Feeds:
Pos
Komentar

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas mengenai olimpiade matematika SD. Mulai hari ini saya akan coba sampaikan mengenai soal-soal latihan olimpiade matematika SD yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Bapak/Ibu guru matematika SD bisa juga memberikan komentar berupa cara penyelesaian soal tersebut atau masukan demi perbaikan soal-soal berikutnya. Terima kasih

Contoh soal Olimpiade Matematika untuk kelas I dan II Sekolah Dasar.

  1.  Pensil Made 6 buah lebih banyak dari pada pensil Wati. Pensil Made 20 buah. Berapa buah pensil Wati?
  2.  Andi menyumbangkan buku pelajaran bekasnya kepada 3 orang temannya Jono, Putu, dan Beni. Beni mendapat 3 buku lebih banyak dari Putu. Putu mendapat 2 buku lebih sedikit dari Jono. Jono mendapat 4 buku. Berapa banyak buku yang disumbangkan Andi?

 

Selamat pada para guru peserta PLPG 2012 Rayon 121 Undiksha yang telah dinyatakan lulus. Informasi selengkapnya, klik http://www.undiksha.ac.id/media/713.pdf

why student doesn’t like mathematics? they bored to hear about mathematics.

Even they hate to mathematics teacher.

maybe, that are our fools. We show that mathematics is a hard lesson. mathematics is a difficult thing.

So, why don’t we try to use Mathematics Learning Suites form Microsoft?

I think there are so many things helps us to make more cheerful mathematics to student.

I knew that from Mr. Ridi, Microsoft Partner in Learning for Indonesia on their one day workshop in PPPPTK Matematika Yogyakarta 26th of June 2012.

Here is Microsoft Learning Suites that you can try: http://www.pil-network.com/

 

OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN)

A.  MATERI OSN

  1. Bilangan (bilangan cacah, bilangan bulat, dan bilangan rasional)
  2. Data (penyajian, kecenderungan) dan Pengukuran (berat, panjang, luas, waktu, kecepatan, uang, dan sebagainya)
  3. Geometri (geometri bidang, benda ruang sederhana)
  4. Matematika rekreasi

B. FORMAT SOAL OSN

I.  ISIAN SINGKAT

  1. Peserta hanya diminta untuk menuliskan jawaban soal saja.
  2. Format ini kurang menggambarkan bagaimana peserta memanfaatkan pengetahuan dan kompetensi matematikanya untuk menyelesaikan masalah.
  3. Format ini diperlukan untuk melatih kecepatan bekerja dan keluasan pengetahuan/pengalaman

II.   URAIAN

  1. Peserta diminta untuk menuliskan jawaban soal beserta langkah-langkahnya.
  2. Format ini menekankan pada penjelasan dan pembenaran terhadap jawaban yang diperoleh, bukan pada argumentasi yang formal dan ketat sebagaimana yang dituntut dalam matematika lanjut.
  3. Format ini juga memperlihatkan pengetahuan dan kompetensi matematika peserta untuk menyelesaikan masalah.

III.   EKSPLORASI

  1. Peserta didorong untuk melakukan kegiatan mencoba-coba.
  2. Format ini diharapkan tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga aspek psikomotorik.
  3. Melalui format ini, peserta diharapkan dapat menemukan suatu pola dan memberikan pendapat yang bersifat umum tentang pola tersebut.

Dalam olimpiade Matematika ada beberapa topik yang kerap diujikan. Di antaranya adalah:

  1. Teori Bilangan
  2. Aljabar sederhana
  3. Geometri
  4. Kombinatorik sederhana
  5. Logika Eksplorasi

 

Olimpiade Matematika SD

Olimpiade matematika lazimnya menguji kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah yang tidak rutin. Soal tidak rutin adalah soal-soal unik yang membutuhkan pemikiran kreatif, logika, serta analisis yang mendalam. Sehingga nantinya siswa yang akan berhasil dalam olimpiade matematika adalah siswa-siswa yang dapat menggunakan materi yang telah dipelajarinya di sekolah secara kreatif untuk menyelesaikan masalah matematika. Untuk dapat melakukan hal tersebut, siswa perlu menguasai kompetensi matematika.

Komponen Kompetensi Matematika SD

  1. Pemahaman konseptual, penyerapan secara terintegrasi dan fungsional akan gagasan-gagasan matematika.
  2. Kelancaran berprosedur, merujuk kepada pengetahuan tentang prosedur, tentang kapan dan bagaimana menggunakannya, serta keterampilan melakukannya secara luwes, tepat dan efisien.
  3. Kompetensi strategis, merujuk kepada kemampuan merumuskan masalah matematika serta menyajikan dan menyelesaikannya.
  4. Penalaran adaptif, kapasitas untuk berpikir logis tentang relasi antara berbagai konsep dan situasi. Penalaran harus benar dan sahih, tumbuh dari penjajagan hati-hati terhadap berbagai pilihan, serta juga mencakup pengetahuan tentang justifikasi kesimpulan.
  5. Disposisi produktif, berarti kecenderungan untuk memaknakan matematika, menerimanya sebagai bermanfaat dan bernilai, mempercayai bahwa usaha teguh dalam belajar matematika akan membawa hasil, serta memandang diri sebagai pebelajar dan pelaku matematika yang efektif.

Manfaat Olimpiade Matematika

  1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam hal pemecahan masalah (problem solving)
  2. Menumbuhkan dan mengembangkan intuisi matematika yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta dan ketertarikan terhadap matematika. Jika anak tertarik kepada matematika dan dapat menguasai matematika kelak akan mempermudah siswa dalam mempelajari ilmu-ilmu lainnya di tingkat lanjut.
  4. Memperkenalkan kepada siswa beberapa ide penting dalam matematika sejak dini.
  5. Menumbuhkan semangat pantang menyerah.
  6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan sahabat dari berbagai kota dan negara.
  7. Membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan beasiswa di sekolah dan universitas yang bermutu di dalam maupun di luar negeri.

Kunci Sukses Olimpiade Matematika

  1. Berlatih, berlatih, berlatih! Berlatih secara konsisten, disiplin, dan berkesinambungan. Utamakan berlatih soal-soal yang tidak rutin.
  2. Berlatih dengan “menu” seimbang! Yaitu soal-soal bilangan, aljabar, geometri dan eksplorasi.
  3. Hindari melihat jawaban sebelum mencoba mengerjakan suatu soal.
  4. Jangan menghapal jawaban/penyelesaian soal.
  5. Berlatih menuliskan jawaban secara sistematis.
  6. Sering mengikuti kompetisi matematika (bukan lomba cepat tepat).
  7. Pantang menyerah!

Ciri-ciri Anak Berbakat dalam Matematika

  1. memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap Matematika, sering mengajukan pertannyaan-pertanyaan kreatif dalam pelajaran Matematika.
  2. Mampu menyelesaikan soal Matematika dengan cara sendiri yang unik dan kreatif.
  3. Memiliki IQ yang tinggi.

pondok pembelajar

Media Pembelajaran

A. Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran.
Media pembelajaran adalah segala sarana komunikasi yang berupa perangkat keras dan lunak yang dapat digunakan menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan motivasi siswa / pembelajar untuk mengikuti proses belajar.

B. Fungsi Media Pembelajaran

Siswa memiliki pengalaman berbeda karena ‘kesempatan mengalami’ yang berbeda. Oleh sebeb itu media pembelajaran dapat menjembatani ‘perbedaan pengalaman’ itu. Selengkapnya fungsi media adalah: 

1. Media mengatasi keterbatasan pengalaman siswa
2. Media dapat melampaui batas ruang kelas :

  • Objek terlalu besar : gunung, laut, dll.
  • Objek terlalu kecil : bateri, amuba, dll.
  • Gerakan terlalu lambat : penyerbukan, pembiakan, dll. Atau gerakan terlalu cepat : gerakan lidah ketika mengucapkan bunyi tertentu.
  • Objek terlalu kompleks (rumit) divisualkan dengan diagram
  • Bunyi halus yang tidak dapat didengar secara alamiah
  • Rintang mempelajari musim dan geografis.

3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara…

Lihat pos aslinya 54 kata lagi

Media Pembelajaran

A. Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran.
Media pembelajaran adalah segala sarana komunikasi yang berupa perangkat keras dan lunak yang dapat digunakan menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan motivasi siswa / pembelajar untuk mengikuti proses belajar.

B. Fungsi Media Pembelajaran

Siswa memiliki pengalaman berbeda karena ‘kesempatan mengalami’ yang berbeda. Oleh sebeb itu media pembelajaran dapat menjembatani ‘perbedaan pengalaman’ itu. Selengkapnya fungsi media adalah: 

1. Media mengatasi keterbatasan pengalaman siswa
2. Media dapat melampaui batas ruang kelas :

  • Objek terlalu besar : gunung, laut, dll.
  • Objek terlalu kecil : bateri, amuba, dll.
  • Gerakan terlalu lambat : penyerbukan, pembiakan, dll. Atau gerakan terlalu cepat : gerakan lidah ketika mengucapkan bunyi tertentu.
  • Objek terlalu kompleks (rumit) divisualkan dengan diagram
  • Bunyi halus yang tidak dapat didengar secara alamiah
  • Rintang mempelajari musim dan geografis.

3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan pembelajaran.
4. Media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan / pengalaman belajar.
5. Media dapat digunakan untuk menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realistik.
6. Media dapat menimbulkan rangsangan dan motivasi untuk belajar.
7. Media dapat meningkatkan keprofesionalan guru mengajar
8. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari yang konkret hingga abstrak.